Header Ads

ads header

Breaking News

KB. 2 Kearifan Lokal I Sosiologi Kelas XII I Semester Genap

 


C. Kearifan Lokal

    Bangsa Indonesia memiliki beragam kearifan nilai-nilai lokal yang berkembang dan dipraktikan oleh komunitas-komunitas di Indonesia. Melalui sistem pengetahuan tersebut, mereka mampu membangun hidup harmonis dengan alam. Kesadaran untuk mengangkat dan menggali kembali kearifan budaya masyarakat etnik muncul karena kemajuan dunia telah diiringi kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, program pembangunan harus selaras dengan kearifan lokal setiap daerah.

1.      Pengertian dan karakteristik kearifan lokal

    kearifan lokal merupakan kekayaan budaya lokal yang mengandung kebijakan hidup, pandangan hidup (way of life) yang mengakomodasi kebijakan (wisdom) dan kearifan hidup. Menurut kementerian sosial, kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka.

Berikut ini beberapa pengertian kearifan lokal menurut ahli.

a.      Rajab kat mengemukakan bahwa kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud  aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan.

b.      Menurut keraf, kearifan lokal adalah semua bentuk pengetahuan, keyakinan, pemahaman atau wawasan, serta adat kebiasaan atau etika yang menuntun perilaku manusia dalam kehidupan di dalam komunitas ekologis.

Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat yang pada dasarnya mampu melindungi dan mengelola lingkungan hidup secara lestari dan berkelanjutan.

2.      Bentuk kearifan lokal

Bentuk kearifan lokal dikategorikan kedalam dua aspek, yaitu kearifan lokal yang berwujud nyata (tangible) dan tidak berwujud (intangible)

a.      Kearifan lokal berwujud nyata (Tangibel)

1)      Tekstual, misalnya sistem nilai, tata cara, ketentuan khusus yang di tuangkan ke dalam bentuk catatan tertulis, seperti yang ditemui dalam kitab tradisional primbon, kalender, dan prasi (budaya tulis di atas lembaran daun lontar)

2)      Bangunan/ arsitektural, misalnya candid an arsitektur rumah tradisional

3)      Benda cagar budaya/tradisional (karya seni), mialnya keris dan batik

b.      Kearifan lokal yang tidak berwujud (Intangibel)

Selain bentuk kearifan lokal yang berwujud, ada juga bentuk kearifan lokal yang tidak berwujud seperti petuah yang disampaikan secara verbal dan turun temurun yang dapat berupa nyayian dan kidung yang mengandung ajaran tradisional. Melalui petuah atau bentuk kearifan lokal yang tidak berwujud lainnya, nilai sosial disampaikan secara oral/verbal dari generasi ke generasi.

3.      Contoh nilai-nilai kearifan lokal Indonesia

adapun contoh kearifan lokal diIndonesia sebagai berikut.

a.      Musyawarah

Nilai kearifan lokal tentang musyawarah telah ada pada masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu. Salah satunya pada masyarakat Sulawesi Selatan yang dikenal dengan istilah tudang sipulung.  Secara harfiah diartikan duduk bersama. Namun jika dihubungkan dengan persoalan hubungan kota pemerintahan atau ketatakewarganegaraan, secara kultural politis hal tersebut berhubungan dengan masalah ruang public atau ruang bagi public untuk menyuarakan kepentingannya dalam rangka mencari solusi atas permasalahan yang mereka hadapi

b.      Gotong royong

Gotong rooyong merupakan salah satu contoh kearifan lokal yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Gotong-royong diberbagai daerah dikenal dengan istilah berbeda-beda. Misalnya, gotong royong dalam masyarakat Gorontalo dikenal dengan istilah Huyula. Huyula  merupakan sistem gotong royong atau tolong menolong antaranggota masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan bersama yang didasarkan pada solidaritas sosial.

c.       Kesenian

Kearifan lokal suatu masyarakat juga terdapat dalam berbagai kesenian yang mereka ciptakan, misalnya dalam tari-tarian, syair, cerita rakyat, atau berbagai bentuk kesenian lainnya. Akan tetapi, tinggalah harapan karena sebagaimana tradisi tarian yang dahulu para orangtua agungkan, sanjung, dan hormat telah dilupakan oleh para generasi berikutnya. Masuknya berbagai tarian baru dari dunia barat, seperti dancer, tarian pantomime, dan tarian modern lainnya membuat putra-putri Indonesia lupa dengan budaya tari-tarian sesungguhnya yang telah cukup lama mendarah daging dalam kehidupan mereka.

d.      Pelestarian alam

Berikut contoh kearifan lokal di beberapa daerah di Indonesia yang menenkankan pelestarian alam.

1)      Adanya kepercayaan te aro neweak lako (alam adalah aku) pada masyarakat Papua. Gunung Erstberg dan Grasberg dipercaya sebagai kepala mama, tanah dianggap sebagai bagian dari manusia. dengan demikian, pemanfaatan sumber daya alam dilakukan secara hati-hati

2)      Tradisi tana’ulen pada masyarakat Dayak kenyah, Kalimantan Timur. Kawasan hutan dikuasai dan menjadi milik masyarakat adat. Pengelolaan tanah diatur dan dilindungi oleh aturan adat.

3)      Serawai, Bengkulu, terdapat keyakinan celako kumali. Kelestarian lingkungan terwujud dari kuatnya keyakinan ini, yaitu tata nilai tabu dalam berladang dan tradisi tanam tanjak

4)      Masyarakat kesepuhan Pancer Pangawinan, Kampung Dukuh, Jawa barat, mengenal upacara tradisional, mitos, dan tabu sehingga pemanfaatan hutan harus hati-hati. Tidak diperbolehkan mengeksploitasi, kecuali atas izin sesepuh adat.

4.      Pengaruh globalisasi terhadap kearifan lokal

Pada era globalisasi, perkembangan teknologi dan informasi memberi andil yang besar dalam pertumbuhan ekonomi dunia, bahkan teknologi juga menjadi indikator kemajuan suatu negara. Adanya kemajuan teknologi tidak hanya memberikan dampak positif,tetapi juga dampak negative. Masuknya nilai-nilai budaya asing ke Indonesia akibat arus globalisasi merupakan ancaman bagi budaya asli yang mencitrakan lokalitas khas daerah di negara ini.

Budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai luhur bangsa Indonesia menggerus kearifan lokal dalam masyarakat. Gaya hidup modern yang berpijak pada hedonism dan materialism berpotensi menggeser budaya bangsa. Sebagai contoh, berkembang budaya korupsi yang berakar dari rasa tamak atas keuntungan duniawi. Dorongan rasa tamak tersebut yang menyebabkan hutan-hutan tropis di tebang tanpa memperhatikan kelestariannya. Barang tambang dieksploitasi secara besar-besaran. Kekayaan laut dikuras habis dan dirusak  untuk mendapatkan keutungan yang sebesar-besarnya.

Pada era globalisasi, kita memiliki tugas untuk melestarikan kebudayaan bangsa dan sumber daya alam. Melalui kearifan lokal, diharapkan bangsa Indonesia dapat menjaga keseimbangan alam, sehingga tetap dapa melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan.

5.      Pentingnya mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal dalam pemberdayaan komunitas

Masyarakat yang memiliki kepedulian lingkungan menginginkan hubungaan harmonis antara lingkungan dan manusia. hal ini dikarenakan kondisi harmonis tersebut hanya ada dalam masyarakat tradisional di mana sistem pengerahuan lokal terlembaga dengan baik. Meskipun demikian, kita juga tidak bisa memutar roda sejarah perkembangan masyarakat ke belakang. Selain itu kita juga tidak bisa menolak teknologi yang hamper 24 jam digunakan untuk mempermudah dalam kehidupan kita. Dalam hal ini, teknologi dan norma atau tradisi yang terletak pada muatan-muatan kearifan-kearifan lokal perlu digali dan dikembangkan lagi. Dengan kata lain, membangkitkan kearifan-kearofan lokal merupakan salah satu cara untuk menjaga lingkungan dan meredam watak eksploitasi manusia dan alam.

Contohnya, adanya sistem pengetahuan lokal yang menjadi acuan pada masyarakat tertentu disebut pamali yang digunakan sebagai acuan dalam bertingkah laku, baik tindakan yang diperbolehkan maupun tindakan-tindakan yang dianggap tabu, misalnya pada masyarakat yang tinggal di teluk bintuni, papua.pada masyarakat tersebut terdapat pamali yakni pencari kepiting tidak diperbolehkan mematahkan batang tumbuhan bakau jenis apapun sebagai alat pemancing kepiting dari sarangnya. Mereka meyakini jika larangan tersebut dilanggar, akan dihadang oleh ombak ketika perjalanan pulang.

 

Tidak ada komentar